November 29, 2022

Buy Nothing New

Belajar memberi nilai terhadap sesuatu, seutuhnya

Cara Mengatasi Anak yang Gampang Menangis Agar Suasana Hati Lebih Tenang

Pixabay.com

Anak yang cengeng memang membuat para orang tua kesal. Bagaimana tidak, tingkahnya sangat manja dan rengekannya kerap kali tanpa penyebab. Sebenarnya fase cengeng ini merupakan hal lumrah pada anak kecil. Orang tua perlu ruang kesabaran yang ekstra, apabila dihadapkan pada momen ini. Tidak boleh memarahi ataupun memukul bila tak ingin meninggalkan trauma. Berikut cara mengatasi anak yang gampang menangis, simak disini.

Hadapi Anak Cengeng dengan Sabar dan Tenang

  1. Ikuti Perkembangan Emosional Anak

Rata-rata orang tua dibuat pusing jika anaknya mudah menangis dan sangat manja. Sebab hal tersebut berpengaruh terhadap masalah adaptasinya di masyarakat nanti. Anak tidak terbiasa hidup mandiri dan akan selalu bergantung. Maka ketika menunjukkan tanda-tanda si kecil menjadi lebih cengeng, hendaknya mulai mencari apa penyebabnya. Bisa saja karena perasaan anak sangat sensitif, atau pola asuh kedua orang tua yang salah.

Orang tua diharapkan dapat mengenal perkembangan emosional anak dengan baik. Sebab dari sinilah anda tahu bagaimana kemampuan si kecil dalam mengelola perasaannya. Kecerdasan emosional akan membawa anak untuk mengenali, mana hal-hal yang disukai dan tidak disukai. Dengan si kecil yang senantiasa cengeng, kemungkinan besar ada yang salah dengan kecerdasan emosionalnya.

  1. Jangan Terbawa Emosi

Cara mengatasi anak yang gampang menangis selanjutnya ialah berusaha tetap tenang. Jangan terburu-buru memarahinya atau memukul tanpa menanyakan penyebabnya. Tindakan gegabah dari orang tua seperti itu bisa menciptakan trauma bagi si kecil. Upayakan tetap tenang dan tunggu sampai tangisannya mereda. Setelah anak tenang berikan pelukan hangat sambil bertanya apa yang membuatnya menangis.

  1. Tidak Bereaksi Berlebihan

Terkadang para orang tua bersikap berlebihan, saat mendapati anaknya menangis. Bukannya membuat si kecil tenang, justru anda menyalahkan orang lain atau dirinya sendiri yang membuat anak semakin bersalah. Bahkan ada orang tua yang mengiming-imingi anak dengan mainan baru, jika tangisannya diam. Cara seperti ini sebenarnya sangat salah karena anda membenarkan kebiasaan anak.

Cobalah untuk bersikap biasa saja tetapi tidak menghakimi anak. Bersikap netral ketika anak mulai menangis sampai meraung-raung. Berikan stimulan kata-kata yang membuatnya lebih tenang, dan lambat laun akan diam. Dengan begitu, si kecil akan belajar bagaimana cara mencari perhatian orang tua yang baik. Sekaligus memahami bahwa cengeng tidak membawa manfaat untuk dirinya sendiri.

Terkadang orang tua memaklumi anak yang cengeng dan bersikap manja. Mereka menganggap bahwa hal tersebut wajar dilakukan anak kecil. Padahal apabila dibiarkan berlarut akan menjadi kebiasaan buruk hingga dewasa nanti. Anak tidak akan menjadi mandiri dan bersikap lebih berani. Alhasil Ia akan ragu dalam mengambil setiap keputasan dan dihantui rasa bersalah. Maka dari itu tugas orang tua ialah mengobati anak yang terus-menerus bersikap cengeng.