September 27, 2021

Buy Nothing New

Belajar memberi nilai terhadap sesuatu, seutuhnya

Panduan Kandungan Gizi Makanan Bayi 1 Tahun

Pixabay.com

Saat usia si Kecil mencapai satu tahun, ASI sudah tidak lagi menjadi asupan utama. Pada masa ini, asupan tambahan berupa makanan bayi 1 tahun bisa menjadi sumber energi dan nutrisi pokok si Kecil. Meski begitu, ASI tetap harus diberikan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi serta mebangun daya tahan tubuh si Kecil agar terhindar dari penyakit. Namun sebaiknya Bunda memberikan ASI setelah si Kecil selesai makan. Pasalnya, pada usia 12 bulan, kapasitas lambung bayi masih terbatas sehingga akan lebih baik jika Bunda lebih memrioritaskan asupan makanan tambahan agar ia tumbuh lebih sehat.

Seiring bertambahnya usia, si Kecil pun semakin mahir makan sendiri. Si Kecil akan mulai aktif menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulut. Oleh karena itu, Bunda harus senantiasa memerhatikan si Kecil. Bunda tentu tidak ingin si Kecil tersedak saat mencoba berbagai yang bertekstur keras dan berukuran besar. Hal ini sangat mungkin terjadi karena saat memasuki usia satu tahun si Kecil cenderung mulai bereksplorasi terhadap berbagai jenis makanan.

Bahan makanan bayi 1 tahun

Pixabay.com

Meski belum sempurna, bayi berusia 1 tahun sudah mahir mengunyah beragam makanan padat. Pada usia 1 tahun, si Kecil lebih mampu mengunyah makanan yang padat karena sudah tumbuh gigi. Bunda dapat membuat bubur bayi organik yang sehat dengan testur yang lebih kasar. Kebutuhan kalori untuk anak berusia satu adalah sekitar 1000-1400 per hari. Oleh karena itu, Bunda perlu melengkapi asupan si Kecil dengan makanan pendamping ASI yang kaya akan kandungan berikut ini.

  • Karbohidrat

Dalam masa pertumbuhannya, si Kecil membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Bunda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan memberikan nasi putih, nasi merah, gandum, havermut, oatmeal, dan biji-bijian lainnya.

  • Protein hewani dan nabati

Kebutuhan protein hewani si Kecil bisa didapatkan melalui konsumsi daging ayam, daging merah, ikan, telur, dan hati sapi. Bahan-bahan tersebut juga mengandung lemak yanbg baik untuk mendukung pertumbuhan si Kecil. Sedangkan protein nabati bisa didapatkan melalui kacang-kacangan, seperti edamame dan kedelai, serta tempe dan tahu.

  • Serat

Serat bisa didapatkan dari berbagai jenis buah-buahan dan sayuran, seperti pisang, apel, brokoli, labu siam, dan bayam. Selain sebagai sumber serat, buah dan sayuran juga merupakan sumber vitamin dan mineral.

  • Kalsium dan mineral lain

Pertumbuhan tulang si Kecil akan lebih optimal jika asupan kalsiumnya tercukupi. Oleh karena itu, lengkapi menu makanan si Kecil dengan konsumsi susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt. Yogurt sangat baik dikonsumsi karena mengandung probiotik (bakteri baik) yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Agar terbiasa dengan makanan sehat, Bunda perlu selalu memertimbangkan nilai gizi dalam setiap makanan yang disajikan untuk si Kecil. Kapasitas lambung si Kecil masih sangat terbatas sehingga penting bagi Bunda untuk memilah serta memegang kendali atas semua makanan yang layak untuk ia konsumsi. Selain itu, Bunda juga perlu memertimbangkan jumlah kalori yang dibutuhkan si Kecil dan hindari memberi perasa atau gula yang berlebihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko obesitas dan kerusakan gigi. Jika memang ingin menambah rasa manis, Bunda bisa menggunakan pemanis alami seperti jus buah.

Meski sudah bisa mengonsumsi makanan padat, Bunda tetap disarankan untuk memberikan ASI eksklusif hingga si Kecil mencapai usia dua tahun. ASI berguna untuk melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil sekaligus membantu pembentukan sistem imun tubuh yang lebih kuat. Bila karena satu dan lain hal Bunda tidak bisa memberikan ASI eksklusif, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi susu formula terbaik. Bila perlu lakukan pengecekan alergi pada si Kecil untuk menghindari pemberian bahan makanan yang bersifat allergen.

Saat si Kecil berusia 1 tahu, ia semakin terbiasa dengan tekstur makanan yang beragam. Hal ini tentu berpengaruh pada jumlah porsi dan frekuensi makan si Kecil. Untuk memenuhi kebutuhan kalorinya, Bunda dapat memberikan makanan pada si Kecil sekitar 3-4 kali dalam sehari. Sebaiknya berikan pula makanan selingan sekitar 1-2 hari sekali agar si Kecil tidak cepat bosan. Bunda juga bisa menambah porsi makan si Kecil agar kebutuhan hariannya bisa terpenuhi dengan baik.

Tips mencegah anak pilih-pilih makanan

Pixabay.com

Meski senang bereksplorasi dengan makanan baru, memberi makanan pada anak berusia 12 bulan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Si Kecil berpotensi untuk lebih picky atau pemilih terhadap jenis makanan tertentu yang belum tentu sehat dikonsumsi. Untuk mencegah hal tersebut, Bunda dapat mensiasatinya dengan tips di bawah ini.

  • Menjadi contoh yang baik

Si Kecil akan meniru setiap kebiasaan orang tua, termasuk kebiasaan makan. Maka dari itu, Bunda perlu menerapkan pola makan yang sehat. Bunda juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang sama dengan si Kecil.

  • Hindari menuruti setiap keinginan si Kecil

Orang tua seringkali sulit menolak ketika si Kecil meminta makanan yang mereka sukai. Hal ini perlu dihindari agar si Kecil tidak pilih-pilih makanan. Bunda dianjurkan untuk mengalihkan perhatian si Kecil dengan kegiatan lain. Bunda juga bisa berkreasi membuat makan sehat dengan bentuk dan kombinasi warna yang menarik agar si Kecil lebih antusias makan dan tidak cepat bosan.