July 1, 2022

Buy Nothing New

Belajar memberi nilai terhadap sesuatu, seutuhnya

Kerap Digoreng Untuk Disantap, Yuk Cari Tahu Tentang Cacing Wawo Disini

Pixabay.com

Di sebagian wilayah Indonesia, tepatnya di pesisir pantai Indonesia Timur. Cacing Lysdice Oele  atau bisa disebut dengan cacing wawo ini, kerap kali diolah untuk dijadikan lauk yang lezat. Cacing satu ini hampir memiliki kesamaan dengan cacing Palolo, bahkan dari kedua cacing ini belum bisa diidentifikasi secara jelas masing masing cirinya. Agar tidak bingung lagi untuk mengenali Lysdice Oele, yuk simak informasinya disini.

Termasuk Ke Dalam Komunitas Keluarga Cacing Laut Polychaeta

Cacing yang memiliki nama latin Lysdice Oele ini masuk ke dalam salah satu dari tiga komunitas keluarga cacing laut, yang lebih tepatnya ke dalam kelompok Polychaeta. Dimana cacing yang termasuk ke dalam keluarga ini berarti memiliki rambu atau berbulu banyak. umumnya cacing ini akan hidup di pasir atau menggali batu batuan di darah pasang surut air laut.

Umumnya alat kelamin jantan atau betina dari cacing laut ini bisa untuk dibedakan. Selain itu larva cacing ini akan bersilia dan bisa bergerak dengan bebas, yang biasanya disebut trokopor. Perlu diketahui, pada saat musim kawin maka bagian tubuh tertentu dari cacing laut ini akan membentuk gonad dengan pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Yang bisa mengejutkan Anda, cacing wawo atau Lysdice Oele ini bisa untuk di konsumsi, sama seperti cacing Palolo.

Habitat Hidup Cacing Lysdice Oele

cacing jenis ini banyak dijumpai pada perairan laut Indonesia bagian timur, seperti Lombok, Maluku, Flores, hingga wilayah Papua. Namun cacing tersebut juga bisa dijumpai di sekitar perairan pulau Sumatera dan Batam. namun tidak hanya di Indonesia, cacing jenis ini juga hidup di perairan laut Inggris, Jepang dan Kepulauan Fiji, Tonga, Samoa, dan juga pulau pulau lainnya yang tersebar di Pasifik Selatan.

Ciri Ciri Fisik Dari Lysdice Oele

Cacing ini dapat diidentifikasi secara jelas. Secara morfologi, cacing laut ini identik dengan dua moncong, tiga antena, dan kepala yang berbentuk seperti sekop serta tidak ada mulut pengait. umumnya cacing wawo yang dewasa akan memiliki ukuran hingga 40 cm dan terbagi dalam beberapa segmen, dimana tiap tiap segmen memiliki kaki semu serupa rambut. Cacing jantan umumnya akan berwarna merah kecoklatan, sedangkan yang betina berwarna biru kehijauan.

Dapat Diolah Menjadi Makanan yang Lezat

Sejak jaman dulu, cacing laut satu ini memang sudah diolah menjadi lauk yang lezat oleh kebanyakan masyarakat Indonesia bagian timur. Tidak hanya itu, ternyata cacing satu ini memiliki banyak kandungan protein yang baik untuk manusia. kebanyakan masyarakat Maluku mengolah cacing ini dengan cara digoreng. cara membuatnya sangat mudah, hanya tinggal rendam cacing dalam larutan garam dan bawang dan kemudian dibersihkan. Cacing pun sudah siap digoreng.

demikian penjelasan singkat mengenai cacing dengan nama latin Lysdice Oele yang kebanyakan hidup di pesisir laut. Masyarakat Indonesia khususnya pada bagian Indonesia bagian timur, sering menjadikan cacing laut ini sebagai makanan yang kaya akan protein. cara cepat untuk bisa menyantap cacing ini yaitu dengan dibumbui dan digoreng. Wah, bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencoba cacing goreng ini?